Video failed to load

Openbox - Simple and Easy Window Manager for Beginners

1264 words
6 minutes
Openbox - Simple and Easy Window Manager for Beginners

Dari 1-10 (dengan skala 1: paling tidak cantik dan 10: paling cantik), seberapa cantik tampilan tangkapan layar pada cover artikel ini? Screenshot tersebut saya “curi” dari sebuah akun github bernama addy-dclxvi pada reponya, openbox-theme-collection.

Kalau kalian mengunjungi repo tersebut, kalian akan menemukan keindahan-keindahan sebuah window manager bernama openbox di sana. Keindahan yang saya maksud di sini bukan keindahan biasa, tapi keindahan yang muncul dari kesederhanaan namun mampu memberikan kesan elegan dan nostalgic (oke, setidaknya ini menurut saya pribadi, hehe). Kita bahas…

  1. Mengapa indah? Karena openbox adalah salah satu window manager di linux yang (sangat) mudah di-kustomisasi sesuka hati penggunanya.
  2. Mengapa sederhana? Karena openbox adalah salah satu window manager yang bisa digunakan oleh “siapapun - pemula maupun sesepuh” dan “dimanapun - di laptop jadul, laptop high end, atau virtual machine (VM)”.
  3. Mengapa elegan dan nostalgic? Karena openbox memang memungkinkan penggunanya untuk tetap elegan meski sedang bernostalgia, misalnya.

Tiga alasan tersebut menjadi alasan utama openbox sebagai window manager alternatif desktop environment, khususnya bagi pemula di linux yang kebetulan mempunyai resource (re: cpu & ram) terbatas.

Note: Untuk penjelasan lebih jauh tentang openbox, sila baca-baca di sini

Beberapa distro linux ada yang secara default memang menggunakan window manager openbox ini tanpa desktop environment (DE), diantaranya adalah1:

Karena ketiga tersebut secara default sudah menggunakan openbox, kalian bisa langsung menggunakannya begitu selesai menginstall distro-distro tersebut untuk merasakan sensasi indah, sederhana, elegan dan nostalgic-nya openbox ✌️.

Instalasi Openbox#

Tapi, jika kalian ingin tau bagaimana openbox ‘fresh from the oven’ alias openbox versi murni, kita akan coba install bersama. Sebelumnya, sebagai informasi saja, di sini saya akan menunjukkan demo instalasi openbox via archinstall script di distro Archlinux karena I use Arch BTW!. Panduan instalasinya akan persis sama seperti yang ada di artikel saya berjudul “Instalasi Archlinux KDE via archinstall”, kecuali pada bagian profile.

Profile#

Pada bagian profile, kita tidak memilih desktop, tapi xorg.

Kemudian pilin install, biarkan proses instalasi Archlinux berjalan dan reboot jika sudah selesai.

Setelah login, kita akan menginstall beberapa paket untuk kebutuhan openbox2.

NOTICE ME

Jangan lupa mengganti DNS ke DNS google supaya tidak ada hambatan jaringan ketika meng-install atau meng-update software, di /etc/resolv.conf

Terminal window
sudo pacman -S openbox tint2 feh obconf lxappearance xorg-xrandr xfce4-terminal firefox thunar sxiv mpv nano wget

Keterangan:

NoPackage NameDescription
1openboxopenbox
2tint2panel
3fehbackground
4obconfGTK tools
5lxappearancecust. look and feel
6xorg-xrandrresolution tool
7xfce4-terminalterminal emulator
8firefoxweb browser
9thunarfile manager
10sxivimage viewer
11mpvaudio/video player
12nanotext editor (CLI)
13wgetweb retriever

Selanjutnya, copy-paste xinitrc dari /etc/X11/xinit/xinitrc ke .xinitrc dan folder /etc/xdg/openbox ke .config:

Terminal window
cp /etc/X11/xinit/xinitrc .xinitrc
cp -R /etc/xdg/openbox .config

Kita edit file .xinitrc dengan nano, hapus atau comment lima baris terakhir berikut & tambahkan baris perintah untuk memulai openbox via startx:

Terminal window
# twm &
# xclock -geometry 50x50-1+1 &
# xterm -geometry 80x50+494+51 &
# xterm -geometry 80x20+494-0 &
# exec xterm -geometry 80x66+0+0 -name login
exec openbox-session # start openbox via startx

Berikutnya, kita edit file .config../images/openbox/autostart, tambahkan baris berikut di baris paling akhir untuk me-launch program-program berikut ketika selesai login:

Terminal window
tint2& # panel
xrandr -s 1920x1080 # resolusi
feh --bg-scale ~/Downloads/blue.png # wallpaper
xfce4-terminal # terminal emulator

Note:

  • sesuaikan konfigurasi resolusinya dengan layar komputer/laptop kalian.
  • kita harus mengunduh gambar agar bisa tampil sebagai wallpaper, jadi, untuk sementara, gunakan wallpaper berikut terlebih dahulu

Ketikkan perintah

Terminal window
cd Downloads
wget https://w.wallhaven.cc/full/5g/wallhaven-5gqrp3.jpg -O blue.png

Untuk memulai openbox, ketikkan perintah

Terminal window
startx

Kalau tampilan openbox kalian seperti ini:

itu pertanda bahwa kalian berhasil menginstall openbox! YEY!

Congrattzz!! 🥳 🥳 🥳

Dan kalau kita perhatikan, openbox merupakan salah satu window manager yang ringan karena menggunakan resource yang rendah. Berikut penggunaan RAM (random access memory)-nya yang hanya memakan 160-an MB:

Kustomisasi Sederhana#

Sekarang, kita akan mengkonfigurasi beberapa hal yang menurut saya cukup penting karena terkait dengan kenyamanan dan estetika. Beberapa hal yang akan kita konfigurasi pada bagian “Konfigurasi Sederhana” ini setidaknya ada 7 hal:

So, let’s get into it!

1. Yay#

Yay adalah salah package manager untuk AUR (Arch User Repository). Beberapa package manager yang tidak terdapat di database repository archlinux biasanya tersedia di aur. Jadi, kalau kita ingin meng-install packages dari aur, kita membutuhkan package manager khusus karena tidak bisa menggunakan pacman. Nah, sebetulnya, ada beberapa package manager (atau yang biasa disebut juga sebagai AUR helpers), seperti yay, paru, pacaur, pamac, dan trizen3. Tapi, saya akan gunakan yay karena alasan kebiasaan saja.

Sebelum menginstall yay, kita perlu meng-install git terlebih dahulu.

Terminal window
pacman -S git

Baru sekarang kita bisa meng-install yay dengan perintah berikut:

Terminal window
git clone https://aur.archlinux.org/yay.git
cd yay
makepkg -si

Untuk memastikan yay sudah ter-install, ketikkan perintah berikut:

Terminal window
yay --version

Jika instalasi berhasil, maka perintah tersebut mengeluarkan output berupa versi yay yang sudah ter-install.

Setelah itu, jangan lupa untuk update repo aur via yay:

Terminal window
yay -Syu # update repository

Untuk menginstall package atau software via yay, hampir mirip dengan pacman, ketikkan perintah berikut (tanpa sudo) - misalnya saya ingin menginstall xrdp:

Terminal window
yay -S xrdp # install xrdp

Akan muncul daftar rekomendasi package yang kita request untuk di-install (kebetulan xrdp hanya ada satu kandidat saja). Tekan [Enter] - [Enter] saja untuk langsung memasang xrdp.

2. Tint2#

Seperti deskripsi yang sudah saya lampirkan sebelumnya di bagian instalasi, tint2 adalah program untuk menampilkan panel. Sebetulnya, tint2 yang tampil sekarang sudah cukup sebagai tampilan panel. Hanya saja, menurut saya masih belum fungsional. Jadi, nanti saya akan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi saya.

Kita akan mengkonfigurasi tint2 sehingga akan tampak sebagai berikut:

Seperti terlihat, tint2 akan saya “tempel” di atas, dengan shortcut icon aplikasi seperti firefox, code, thunar, xfce4-terminal, dan mousepad. Kemudian, di sebelahnya menampilkan lokasi current workspace, di sebelahnya ada tanggal dan jam.

Pertama, buka tint2 settings atau kalian bisa klik pada icon kotak putih dengan pensil di tint2 yang tampil. Kemudian, pilih config file yang horizontal-icon-only.tint2rc, klik ceklis di pojok kiri atas.

Untuk menambahkan icon aplikasi untuk shortcut, klik Theme (di pojok kiri atas) -> Edit Theme.

Di bagian Launcher, tinggal pilih aplikasi-aplikasi yang ingin ditampilkan, kemudian klik Apply.

Di bagian Taskbar, pastikan tidak ada yang terceklis. Klik Apply.

Di bagian Panel, klik pada posisi atas tengah.

3. Thunar#

Ketika pertama kali membuka thunar, akan melihat tampilannya sebagai berikut:

Tampak bahwa saya hanya memiliki satu default folder, yaitu folder atau direktori Downloads saja. Nah, untuk menampilkan semua default folder pada home directory, kita bisa menggunakan xdg-user-dirs.

Install dulu,…

Terminal window
sudo pacman -S xdg-user-dirs

Kemudian, untuk men-generate folder-folder default di home directory, ketikkan perintah berikut:

Terminal window
xdg-user-dirs-update

Untuk menampilkannya di sidebar sebagai shortcut, tinggal drag and drop seperti berikut:

4. Obconf#

Pada bagian ini, saya akan menggunakan obconf (Openbox Configuration Manager) sebagai GTK tools untuk mengganti tema window dan juga menghapus animasi-nya (dengan alasan kecepatan dan efisiensi). Untuk mengampilkan obconf, ketikkan obconf di terminal.

  • Mengganti Tema Window
Terminal window
obconf

Kemudian, di bagian Themes, kita pilih “Onyx”.

  • Menghapus Animasi Window

Di bagian Appearance, un-check Animate iconify and restore.

5. Icons#

Saya akan mengganti icon default ke papirus.

Pertama, kita download dulu icon-nya di sini:

Papirus Icons: https://www.xfce-look.org/p/1166289

Pada bagian Files, pilih file yang paling atas.

Kita unzip filenya

Terminal window
gunzip gunzip papirus-icon-theme-20240501.tar.gz
tar xf papirus-icon-theme-20240501.tar

Note:

Kalau belum punya gunzip dan tar, tinggal install:

Terminal window
sudo pacman -S gzip tar

ss13
ss13

Sekarang, kita punya 5 direktori icon Papirus dengan variasinya:

ss14
ss14

Pindahkan ke direktori ~/.icons:

Terminal window
cd ~
mkdir .icons # buat direktori .icons jika belum ada
cd .icons
cp -r ~/Downloads/Papirus* ~/Downloads/ePapirus* .

ss15
ss15

Buka lxappearance, pada bagian Icon Theme, pilih Papirus, klik Apply.

ss16
ss16

Dan icon theme Papirus berhasil diinstall.

ss17
ss17

6. Font#

Font yang akan saya pasang adalah Jetbrains. So, kita install:

Terminal window
sudo pacman -S ttf-jetbrains-mono ttf-jetbrains-mono-nerd

Buka lxappearance, di bagian Widget, ubah Default font dari Cantarel ke Jetbrains Mono 10, klik Apply.

ss19
ss19

7. Bash#

Di section ini, kita akan menginstall beberapa tools dan mengkonfigurasi shell prompt di .bashrc. Tools yang akan diinstall yaitu

NoPackage NameDescription
1ezals alternative
2batcat alternative
Terminal window
sudo pacman -S bat eza

Kemudian, buka file konfigurasi bash (.bashrc) untuk mengganti ls dengan eza dan cat dengan bat:

Terminal window
cd ~
nano .bashrc
alias ls='eza'
alias cat='bat'

Sekarang, kita akan mengganti shell prompt supaya terlihat lebih keren dan informatif seperti berikut:

ss18
ss18

Caranya, kita perlu menambahkan baris berikut di .bashrc:

Terminal window
#PS1='[\u@\h \W]\$ ' # default shell prompt
PS1='[\u@\H] [\w] [\d \@]\n\[\e[38;5;196;1m\]cmd\[\e[0m\] > '

Saya men-desain shell prompt tersebut melalui website berikut:

Bash Prompt Generator: https://bash-prompt-generator.org/

Saya cukupkan dulu…

Sekian untuk tutorial singkat Openbox kali ini, semoga bermanfaat…

Sampai jumpa lagi di artikel-artikel saya yang lain…

Footnotes#

  1. https://distrowatch.com/search.php?desktop=Openbox

  2. https://wiki.archlinux.org/title/openbox

  3. https://wiki.archlinux.org/title/AUR_helpers

Support & Share

If this article helped you, please share or support!

Sponsor
Openbox - Simple and Easy Window Manager for Beginners
https://shangdi.github.io/posts/tech/openbox/
Author
Wildan
Published at
2024-05-30

Comments

Profile Image of the Author
Wildan
Welcome! Wildan-desu.
Announcemenet
Welcome to my blog! Enjoy exploring ~
Categories
Tags
Latest Moments
Site Statistics
Posts
111
Categories
90
Tags
316
Total Words
576,048
Running Days
0 days
Last Activity
0 days ago
Site Info
Build Platform
GitHub Actions
Blog Version
Firefly v6.15.10
License
CC BY-NC-SA 4.0