Video failed to load

GRUB: Theme, Timeout, OS-Prober, etc

536 words
3 minutes
GRUB: Theme, Timeout, OS-Prober, etc

What are you, GRUB?#

GRUB (Grand Unified Bootloader) pada dasarnya adalah sebuah bootloader.1 Bootloader adalah sebuah program atau software kecil yang akan dijalankan ketika komputer kita dihidupkan. Program tersebut bertanggung jawab untuk memulai kernel dari sistem operasi kita. Sederhananya, GRUB adalah program pertama yang muncul untuk menampilkan daftar sistem operasi yang dapat kita pilih.2 Oleh karena itu, GRUB sangat penting, sebab, tanpa GRUB, kita tidak bisa me-load sistem operasi.

Saat artikel ini dibuat, GRUB yang terpasang di ArchLinux saya adalah GRUB versi 2. Ini adalah versi terbaru GRUB. Untuk mengecek versi GRUB di sistem operasi linux kita, gunakan perintah:

Terminal window
grub-install --version

Sebagai gambaran, berikut adalah default GRUB archlinux:

GRUB Archlinux
GRUB Archlinux

Note: Jika ada sistem operasi lain yang ter-install, maka juga akan muncul di menu GRUB ini.

Nah, di artikel ini, saya akan berbagi 3 hal yang dapat kita lakukan pada bagian konfigurasi GRUB di ArchLinux, yaitu mengganti tema, mengubah timeout, dan menampilkan sistem sistem operasi lain.

Sebelum mulai, kita hanya perlu tahu satu hal, yaitu bahwa kita hanya akan “mengutak-atik” satu file konfigurasi saja untuk melakukan ketiganya di:

Terminal window
/etc/default/grub

1. GRUB’s Theme#

Tema default GRUB ArchLinux adalah seperti screenshot yang saya bagikan sebelumnya. Berlatar belakang warna hitam polos dengan kotak putih yang ada di dalamnya. Kita dapat mengganti tampilan tema GRUB tersebut dengan cara:

  1. Cari tema yang ingin kita pasang di Internet.
  1. Download & extract file tema-nya ke direktori /usr/share../images/grub/themes.
  2. Edit file konfigurasi GRUB, uncomment serta isi parameter “GRUB_THEME” dengan file theme.txt yang terdapat di direktori /usr/share../images/grub/themes/nama-tema/ sebelumnya.

Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.

Terminal window
sudo grub-mkconfig -o /boot../images/grub/grub.cfg

Berikut adalah tema GRUB yang berhasil saya pasang di VM (Virtual Machine) ArchLinux saya:

ArchLinux GRUB - CRT Amber GRUB theme
ArchLinux GRUB - CRT Amber GRUB theme

Maklum, tampilan tidak bagus karena ArchLinux dijalankan di VM.

2. Timeout#

Selain mengganti tema, kita juga bisa mengkonfigurasi durasi timeout-nya. Secara default, timeout tampilan GRUB di ArchLinux adalah 5 detik. Jika kita ingin mempercepat atau memperlambatnya, caranya:

  1. Edit file konfigurasi GRUB dan ganti parameter “GRUB_TIMEOUT” dengan jumlah detik yang kita inginkan.

Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.

Terminal window
sudo grub-mkconfig -o /boot../images/grub/grub.cfg

Perhatikan di bagian bawah, timeout GRUB di ArchLinux saya sudah diganti ke 20 detik:

ArchLinux GRUB - timeout
ArchLinux GRUB - timeout

3. OS-Prober#

OS-Prober adalah salah satu parameter yang dapat kita aktifkan agar sistem operasi linux kita (dalam konteks saya sekarang adalah ArchLinux) dapat mendeteksi dan menampilkan sistem operasi lain (misalya Windows) yang juga ter-install di komputer kita. Secara default, parameter ini dinon-aktifkan. Oleh karena itu, jika kita ingin mengaktifkan fitur ini, caranya:

  1. Edit file konfigurasi GRUB, uncomment, dan ganti parameter “GRUB_DISABLE_OS_PROBER” dengan true.

Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.

Terminal window
sudo grub-mkconfig -o /boot../images/grub/grub.cfg

Setelah me-restart komputer, kita akan melihat sistem operasi lain tersebut di menu GRUB.

Saya tidak bisa menampilkannya di sini karena satu dan lain hal. Harap maklum. 🙏

4. Kernel Message#

Kita bisa mengaktifkan atau mematikan fitur Boot Kernel Message, yaitu fitur yang menampilkan proses boot kernel di layar.

Untuk mengaktifkannya/menon-aktifkannya (men-silent sehingga boot message tidak tampil di layar), kita hanya perlu meng-uncomment baris berikut:

Terminal window
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="" # untuk menampilkan semua boot message pada normal mode
GRUB_CMDLINE_LINUX="" # untuk menampilkan smeua boot message pada recovery mode
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="log-level=3 quiet" # untuk meng-hide sebagian besar boot message pada normal mode, kecuali level error penting.
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet" # untuk meng-hide semua boot message pada normal mode

Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.

Terminal window
sudo grub-mkconfig -o /boot../images/grub/grub.cfg

Demikian.
Semoga bermanfaat.

Terima kasih…

Footnotes#

  1. https://wiki.archlinux.org/title/GRUB

  2. https://thamizhelango.medium.com/grub-the-grand-unified-bootloader-a-deep-dive-into-linuxs-boot-manager-ab8330821184

Support & Share

If this article helped you, please share or support!

Sponsor
GRUB: Theme, Timeout, OS-Prober, etc
https://shangdi.github.io/posts/tech/grub/
Author
Wildan
Published at
2026-03-19

Comments

Profile Image of the Author
Wildan
Welcome! Wildan-desu.
Announcemenet
Welcome to my blog! Enjoy exploring ~
Categories
Tags
Latest Moments
Site Statistics
Posts
111
Categories
90
Tags
316
Total Words
576,048
Running Days
0 days
Last Activity
0 days ago
Site Info
Build Platform
GitHub Actions
Blog Version
Firefly v6.15.10
License
CC BY-NC-SA 4.0